Demam Berdarah: Penyebab dan Gejala yang Perlu Diketahui

  • Whatsapp
Demam Berdarah

Demam berdarah atau penyakit DBD menjadi salah satu penyakit yang banyak mengintai masyarakat. Pasalnya, penyakit ini disebabkan karena gigitan nyamuk yang akhirnya menimbulkan masalah terhadap tubuh. Dalam dunia medis, penyakit ini disebut sebagai dengue hermorrhagic fever. Di mana pada kondisinya akan menimbulkan beberapa masalah pada darah dan juga menimbulkan demam yang bisa jadi akan memburuk setiap harinya.

Penyebab

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa DBD terjadi akibat adanya serangan gigitan nyamuk pada seseorang. Meskipun begitu, tidak semua jenis nyamuk dapat menimbulkan gejala DBD. Hanya nyamuk yang berjenis Aedes eegypti dan Aedes albopictus saja yang bisa menyebabkan penyakit tersebut. Pasalnya dua nyamuk tersebut bisa membawa dan menyebarkan virus dangue. Ciri dari nyamuk ini bisa dilihat dari warnanya yang hitam dengan belang-belang putih di bagian tubuhnya.

Biasanya, nyamuk Aedes lebih banyak ditemukan pada daerah-daerah yang mempunyai iklim tropis. Di Indonesia sendiri yang beriklim tropis memungkinkan banyaknya kehadiran nyamuk ini. Tak heran, di setiap tahunnya penderita demam berdarah cukup banyak. Apalagi ketika masyarakat memberikan ruang untuk perkembangannya seperti genangan-genangan air baik kotor maupun bersih, atau hingga tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

Gejala Demam Berdarah

Pada dasarnya, DBD bisa menyerang siapa saja tanpa kenal dewasa maupun anak-anak. Dari segi gejala pun, biasanya lebih mudah dikenali secara fisik maupun non fisik. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat yang mengabaikan gejala-gejala tersebut. Baik karena belum membahayakan tubuh, atau karena gejalanya menyerupai gejala penyakit lain. Berikut ini adalah beberapa gejala demam berdarah yang umum ditemui:

  1. Penderita mengalami demam sangat tinggi, bahkan suhu tubuhnya bisa mencapai hingga 41 derajat celcius
  2. Kurangnya hingga hilangnya nafsu makan sehingga menimbulkan penurunan berat badan yang cukup drastis
  3. Penderita DBD seringkali merasakan lelah, lesu, dan rasa lemas secara berkepanjangan, bahkan merasa kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya
  4. Gejala lain yang biasanya timbul pada penderita demam berdarah adalah rasa mual hingga muntah dengan intensitas sering tanpa diketahui sebabnya
  5. Selain demam, wajah penderita pun biasanya akan berubah jadi kemerahan
  6. Kepala terasa pusing bahkan bisa sampai kehilangan kesadaran
  7. Tenggorokan terasa sakit karena adanya peradangan hingga kelenjar getah bening mulai membengkak sebagai respon dari peradangan atau infeksi.

Gejala tersebut merupakan gejala umum yang banyak dirasakan oleh penderita DBD. Meskipun begitu, khusus bagi anak-anak, biasanya selain beberapa gejala tersebut, anak akan mengalami kemunculan bintik-bintik kecil berwarna mereka di sekujur tubuhnya. Beberapa orang pun ada yang sampai mengalami pendarahan di hidung seperti mimisan hingga pendarahan juga di gusi mereka.

Meskipun begitu, gejala demam berdarah ini sering disalah artikan. Apalagi masa inkubasi penderita karena penyakit ini bisa sampai 4 hingga 10 hari dari gejala awal yang tidak lain adalah demam. Ketika masa inkubasi inilah masyarakat bahkan tenaga medis seringkali merasa kesulitan apakah gejala tersebut benar DBD atau penyakit lain.

Untuk itu, ketika Anda mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya langsung berkonsultasi pada dokter. Apalagi jika sebelumnya telah ada riwayat digigit nyamuk. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui kepastian penyakitnya.

Anda juga bisa mencari dan mendapatkan informasi lengkap mengenai demam berdarah melalui aplikasi Halodoc. Bahkan untuk gejala lengkap hingga cara pengobatan pun bisa diketahui melalui aplikasi ini. Anda juga bisa sekaligus berkonsultasi dengan dokter ahli secara langsung untuk mencari tahu bagaimana kondisi klinis dari kesehatan Anda. Semuanya bisa dengan mudah dilakukan melalui perangkat digital tanpa harus repot pergi ke dokter. Dapatkan juga rekomendasi dokter dan rumah sakit rujukan terpercaya hanya dalam satu aplikasi Halodoc.

Related posts